Berita

Kepala Sekolah Tegaskan Prioritas Pembentukan Karakter Disamping Nilai Akademik

Upacara bendera mingguan yang digelar di Pondok Putri Bambu Kuning SMP-SMA Muhammadiyah 4 Tanggul, dilaksanakan setiap senin pagi. Pada momen tersebut, Kepala Sekolah, Bapak Khoirul Anwar memberikan pengarahan khusus terkait pentingnya aspek sikap dalam menentukan kelulusan dan kenaikan kelas siswa. Pengarahan yang disampaikan dengan tegas namun penuh semangat ini menjadi pengingat bagi seluruh siswa, terutama mereka yang duduk di kelas 9 dan 12.

Aspek Sikap Dominasi Penilaian Kelulusan

Pendidikan sejatinya bukan hanya soal angka-angka di rapor atau nilai ujian yang tinggi. Pendidikan adalah proses pembentukan karakter, penanaman akhlak mulia, dan pembiasaan sikap terpuji yang akan menjadi bekal kalian menghadapi kehidupan. Di SMP-SMA Muhammadiyah 4 Tanggul, tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga siswa yang berakhlakul karimah, berintegritas, dan memiliki kepribadian yang kuat.

Dalam arahannya, Pak Khoirul Anwar mengungkapkan fakta mengejutkan yang mungkin belum banyak disadari siswa: bobot penilaian sikap (afektif) mencapai 60%, sementara nilai akademik hanya berkontribusi 40% dalam menentukan kelayakan kenaikan kelas dan kelulusan.

“Anak-anak, kalian harus paham bahwa menjaga perilaku baik secara konsisten adalah syarat utama untuk naik kelas dan lulus. Nilai bagus tanpa sikap baik, tidak akan membawa kalian ke mana-mana,” tegas Pak Khoirul di hadapan ratusan santri putri yang berbaris rapi.

Pernyataan ini menjadi penanda bahwa sekolah menempatkan pembentukan karakter sebagai prioritas utama dalam sistem pendidikannya, sejalan dengan visi pendidikan Muhammadiyah yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam.

TKA sebagai Gerbang Transisi Pendidikan

Selain aspek sikap, Pak Khoirul juga mengingatkan tentang pentingnya persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan menjadi instrumen seleksi bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

“TKA memang mengukur kemampuan akademik kalian, tapi ingat, integritas perilaku tetap menjadi pertimbangan penting dalam proses kelulusan. Jadi, persiapkan diri kalian dengan sungguh-sungguh, baik dari sisi akademik maupun sikap,” jelasnya.

Sistem Pengawasan Ketat: Setiap Perilaku Tercatat

Yang menarik perhatian adalah pengumuman tentang mekanisme pengawasan intensif yang diterapkan sekolah. Setiap aktivitas siswa di dalam kelas kini dipantau secara ketat oleh guru mata pelajaran dan wali kelas.

Pelanggaran disiplin sekecil apa pun—mulai dari tidur saat pelajaran hingga meninggalkan kelas tanpa izin—akan dicatat secara formal dan menjadi bahan pertimbangan utama dalam Rapat Kenaikan Kelas.

“Jangan anggap remeh catatan perilaku ini. Tidur di kelas, membolos, atau perilaku negatif lainnya akan terakumulasi dan bisa menjadi penghalang kalian untuk naik kelas atau lulus, meskipun nilai akademik kalian bagus,” ujar Pak Khoirul memberikan peringatan serius.

Sistem pencatatan ini bertujuan mendorong siswa untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap setiap tindakan mereka di lingkungan sekolah.

Ice Breaking: Apresiasi untuk Semangat Belajar

Meski menyampaikan pengarahan yang cukup serius, Pak Khoirul tidak lupa menghadirkan momen yang menyenangkan. Di akhir sesi, beliau mengajak seluruh siswa melakukan ice breaking untuk meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar.

Suasana yang semula hening langsung berubah ceria ketika siswa diajak berpartisipasi dalam permainan ringan. Bahkan, siswa yang menunjukkan partisipasi paling unik dan kreatif mendapat apresiasi berupa hadiah langsung dari Pak Khoirul.

“Belajar itu harus menyenangkan, tapi juga harus serius. Keseimbangan inilah yang akan membuat kalian tumbuh menjadi pribadi yang utuh,” pungkas Pak Khoirul disambut tepuk tangan meriah.

Komitmen Sekolah pada Pendidikan Karakter

Pengarahan dari pembina upacara menjadi bukti nyata komitmen SMP-SMA Muhammadiyah 4 Tanggul dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Dengan menempatkan aspek sikap sebagai komponen dominan dalam penilaian, sekolah berharap dapat melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan zaman dengan integritas dan karakter yang kuat.

Bagi siswa kelas 9 dan 12, pesan Pak Khoirul menjadi pengingat penting: prestasi akademik memang penting, tapi sikap dan perilaku adalah kunci sejati kesuksesan.

——————————————————————

Fotografer: bu Azizah, pak Rudi, pak Asri

Penulis: pak Zulfi

Editor: Tim Jurnalistik SMP-SMA Muhammadiyah 4 Tanggul

Leave a Reply