
Tausiyah Jelang Berbuka Puasa oleh Ustadz Solihin untuk Santri MBS Tanggul
Di sore hari menjelang berbuka puasa, Ustadz Solihin membuka tausiyahnya dengan sapaan hangat kepada para santri MBS Tanggul — para “pejuang subuh” yang tengah menimba ilmu dan berjuang di jam-jam kritis menahan lapar. Namun sore ini, beliau mengajak bicara tentang kesabaran yang jauh lebih besar dari sekadar menahan lapar dan dahaga.
Kisah Ketabahan Nabi Ayyub AS
Dalam catatan sejarah para Nabi, tidak ada yang lebih ikonik dalam hal kesabaran selain Nabi Ayyub AS. Beliau awalnya kaya raya, memiliki banyak harta dan keluarga yang mencintainya. Namun Allah mengujinya dengan tiga ujian sekaligus: penyakit yang sangat berat, pengasingan oleh kaum dan keluarganya, serta kemiskinan hingga harta habis tak tersisa.
Apakah beliau mengeluh? Tidak. Di tengah penderitaan itu, beliau justru melangitkan doa yang sangat lembut: “Robbi annii massaniyad-durru wa Anta Arhamur-roohimiin” — Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang.
Pelajarannya tegas: Nabi saja diuji sehebat itu, apalagi kita yang “hanya” diuji dengan hafalan yang belum lancar atau antrean mandi yang panjang. Sabar bukan pasrah — sabar adalah tetap berpegang teguh pada Allah saat semua pintu terlihat tertutup.
Sabar dalam Menepati Janji
Ustadz Solihin juga menyampaikan fragmen menarik dari kisah Nabi Ayyub. Beliau pernah bernazar kepada istrinya, namun setelah sembuh beliau bingung karena rasa cintanya kepada sang istri yang setia mendampinginya. Allah pun memberikan jalan keluar agar janji tetap tertunaikan tanpa menyakiti.
Pelajarannya: kesabaran harus dibarengi ketaatan pada janji dan syariat. Di asrama, kita punya janji dengan orang tua untuk belajar dan janji dengan asrama untuk disiplin. Sabarlah dalam menepati janji-janji itu.
Pergaulan dan Ucapan Terbaik
Kesabaran kita di asrama sangat dipengaruhi lingkungan. Carilah teman yang saat kita malas shalat, mereka menarik kita ke masjid — bukan teman yang saat kita sedang down malah mengajak melanggar aturan. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa sebaik-baik ucapan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW. Jauhilah bid’ah karena setiap kesesatan tempatnya di neraka.
Penutup: Kemenangan Orang yang Sabar
Ustadz Solihin menutup tausiyahnya dengan pengingat yang indah: jadikan momen berbuka ini sebagai simbol kemenangan bagi orang-orang yang sabar. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang tabah seperti Nabi Ayyub dan istiqomah di jalan-Nya.
Ditulis berdasarkan tausiyah jelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Ustadz Solihin untuk Santri MBS Tanggul.



