Tausiyah Jelang Buka Ustadz Asri
Berita

Jangan Pernah Sombong, Allah Bisa Mengubah Keadaanmu dalam Sekejap

Fir’aun tenggelam, Abu Jahl terbunuh, kaum Ad hancur — kesombongan selalu berakhir dengan kehancuran

Tausiyah Jelang Berbuka Puasa oleh Ustadz Asri untuk Santri MBS Tanggul


Di sore hari menjelang berbuka puasa, Ustadz Asri membuka tausiyahnya dengan peringatan yang tegas: di antara dosa-dosa yang paling dikecam dalam Islam adalah kesombongan. Allah berfirman dalam QS. Luqman ayat 18 agar kita tidak bersikap sombong di muka bumi, karena kita tidak akan pernah bisa menjadikan bumi menyempit atau gunung bertambah tinggi. Seberapa pun besar dan kuat kita di dunia — Allah bisa mengubahnya dalam sekejap.


Tiga Kisah Nyata: Beginilah Akhir Orang Sombong

Abu Jahl bin Hisham — pemimpin kaum musyrik Quraisy yang merasa dirinya paling kuat, kaya, dan berkuasa di Mekah. Ia menghina Rasulullah SAW, menyakiti kaum Muslimin, bahkan berjanji akan membunuh beliau. Namun pada tahun 2 Hijriah, Abu Jahl terbunuh di medan Perang Badar oleh dua pemuda Muslim. Kepalanya dipotong dan tubuhnya dibuang ke dalam sumur kering bersama para pemimpin penghina Rasulullah SAW lainnya.

Fir’aun — raja Mesir yang kesombongannya mencapai puncak tertinggi hingga mengklaim dirinya sebagai Tuhan Yang Maha Tinggi di muka bumi, sebagaimana diabadikan dalam QS. An-Naml ayat 39. Karena kesombongannya dan penolakannya terhadap Nabi Musa AS, Allah membalasnya dengan azab yang dahsyat — pasukannya terseret Lautan Merah, ia sendiri tenggelam, dan jasadnya dijadikan pelajaran bagi generasi sesudahnya.

Kaum ‘Ad dan Thamud — dua bangsa yang diberi nikmat luar biasa oleh Allah. Kaum ‘Ad memiliki tubuh kuat, bangunan megah, dan wilayah luas. Kaum Thamud mampu membelah batu besar menjadi rumah-rumah. Namun keduanya menjadi sombong, menyembah berhala, dan meremehkan utusan Allah. Akibatnya, Allah mengirimkan angin dahsyat yang menghancurkan kaum ‘Ad hingga menjadi serbuk, dan suara mengguntur disertai gempa bumi yang meluluhlantakkan kaum Thamud tanpa seorang pun yang selamat.


Azab Orang Sombong di Akhirat

Ustadz Asri mengingatkan bahwa azab dunia hanyalah permulaan. Di akhirat, hukuman bagi orang sombong jauh lebih berat. Pada hari Kiamat, Allah tidak akan melihat mereka dan tidak akan mengangkat mereka dari tempatnya. Mereka akan dimasukkan ke bagian neraka yang paling dalam dan panas, ditempatkan bersama orang-orang yang ingkar kepada Allah. Mereka akan diberi minum dari pohon Zaqqum yang buahnya seperti kepala setan — minuman yang membuat perut meletus namun mereka tetap hidup merasakan sakitnya berulang kali.


Pelajaran yang Harus Kita Bawa Pulang

Ustadz Asri menutup tausiyahnya dengan lima pelajaran penting. Pertama, semua nikmat adalah karunia Allah — jangan pernah merasa pantas atau sombong atas apa yang kita miliki. Kedua, Allah Maha Kuasa mengubah keadaan dalam sekejap. Ketiga, bersikaplah rendah hati — Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah menyukai orang yang rendah hati dan mudah bersikap lembut. Keempat, jangan meremehkan sesama karena setiap manusia memiliki nilai di sisi Allah. Kelima, siapkan diri untuk akhirat — karena azab di sana jauh lebih berat dari apapun yang bisa kita bayangkan.

Kesombongan adalah jalan menuju kehancuran di dunia dan siksa di akhirat. Jadikan sikap rendah hati dan kesederhanaan sebagai bekal menuju keberkahan dunia dan surga di akhirat.


Ditulis berdasarkan tausiyah jelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Ustadz Asri untuk Santri MBS Tanggul. Editor: Tim Jurnalistik MBS

Leave a Reply