Kasus Stres pada Remaja Meningkat, Sekolah Adakan Program Konseling
Surabaya – Tingkat stres dan kecemasan pada remaja di Kota Surabaya mengalami peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Surabaya, sebanyak 35% siswa SMA mengalami gangguan kesehatan mental ringan hingga sedang sepanjang tahun 2025. Kondisi ini mendorong sejumlah sekolah untuk mengadakan program konseling kesehatan mental secara rutin.
Psikolog klinis dari Rumah Sakit Jiwa Menur, Ibu Dr. Maya Kusuma, M.Psi., menjelaskan bahwa peningkatan kasus stres pada remaja terjadi karena berbagai faktor. “Tekanan akademik, media sosial, dan ekspektasi lingkungan menjadi penyebab utama gangguan kesehatan mental pada remaja. Mereka merasa harus sempurna dalam segala hal sehingga menimbulkan beban psikologis yang berat,” ungkapnya saat seminar kesehatan mental di Aula SMAN 5 Surabaya, Sabtu pagi, 18 Januari 2026.
Salah satu sekolah yang merespons cepat masalah ini adalah SMAN 5 Surabaya. Sekolah ini meluncurkan program “Sehat Mental, Prestasi Optimal” pada Senin, 20 Januari 2026. Program yang berlangsung di gedung sekolah ini menyediakan layanan konseling gratis setiap hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Selain itu, sekolah juga menghadirkan psikolog profesional dan guru BK (Bimbingan Konseling) yang telah terlatih.
Kepala Sekolah SMAN 5 Surabaya, Bapak Drs. Bambang Suryanto, M.Pd., menyatakan bahwa program ini sangat penting untuk kesejahteraan siswa. “Kami menyadari bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan prestasi akademik. Oleh karena itu, kami mengadakan program ini agar siswa memiliki tempat yang aman untuk berbagi masalah mereka,” jelasnya di ruang kepala sekolah.
Sebelum program ini diluncurkan, pihak sekolah melakukan survei kepada 500 siswa pada bulan Desember 2025. Hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 40% siswa mengaku sering merasa cemas, 30% mengalami kesulitan tidur, dan 25% merasa tertekan karena tuntutan nilai tinggi. Data ini kemudian menjadi dasar sekolah untuk segera mengambil tindakan.
Salah satu siswa kelas 11, Andi Pratama, menuturkan pengalamannya mengikuti sesi konseling. “Awalnya saya ragu untuk curhat ke psikolog karena takut dianggap lemah. Namun, setelah mencoba satu kali, saya merasa lega. Ternyata banyak teman yang mengalami hal serupa. Sekarang saya lebih tenang dan bisa fokus belajar,” ceritanya dengan senyum lega saat diwawancarai di kantin sekolah.
Psikolog sekolah, Ibu Rina Wijayanti, S.Psi., M.Psi., menambahkan bahwa sebagian besar siswa yang datang konseling mengalami masalah terkait tekanan belajar dan pertemanan. “Mereka merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi orang tua dan guru. Selain itu, masalah perundungan dan insecure karena media sosial juga banyak dikeluhkan. Kami memberikan terapi sederhana dan teknik manajemen stres agar mereka bisa mengatasi masalahnya,” ungkap Ibu Rina di ruang konseling.
Orang tua siswa juga dilibatkan dalam program ini. Sekolah mengadakan seminar parenting pada Minggu, 26 Januari 2026, untuk mengedukasi orang tua tentang pentingnya kesehatan mental anak. Ibu Siti Rahayu, orang tua siswa kelas 10, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Selama ini saya hanya fokus pada nilai akademik anak. Setelah mengikuti seminar, saya menyadari bahwa kesehatan mental anak jauh lebih penting. Saya mulai lebih mendengarkan dan tidak lagi membandingkan anak dengan orang lain,” ujarnya dengan penuh kesadaran.
Menurut data dari sesi konseling minggu pertama, sebanyak 87 siswa telah mengikuti konseling individual dan 120 siswa mengikuti konseling kelompok. Angka partisipasi yang tinggi ini menunjukkan bahwa siswa mulai terbuka membicarakan masalah kesehatan mental mereka.
Guru BK SMAN 5 Surabaya, Bapak Hendra Kusuma, S.Pd., menjelaskan bahwa sekolah juga mengajarkan teknik relaksasi dan mindfulness kepada siswa. “Setiap hari Rabu, kami mengadakan sesi meditasi ringan selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Hasilnya sangat positif karena siswa lebih tenang dan fokus saat belajar,” terang Bapak Hendra.
Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengapresiasi langkah SMAN 5 Surabaya. Kepala Dinas Pendidikan, Ibu Dr. Retno Puspitasari, M.M., mengatakan bahwa program serupa akan diperluas ke sekolah-sekolah lain. “Kami akan mengalokasikan anggaran khusus untuk program kesehatan mental di seluruh sekolah di Surabaya. Kesehatan mental remaja adalah investasi masa depan bangsa,” tegasnya saat rapat koordinasi di kantor Dinas Pendidikan.
Sementara itu, sejumlah pakar kesehatan mental menyarankan agar remaja tidak ragu mencari bantuan profesional saat mengalami masalah psikologis. Dr. Arif Budiman, psikiater anak dan remaja, mengingatkan bahwa gangguan kesehatan mental yang tidak ditangani dapat berdampak jangka panjang. “Stigma negatif tentang kesehatan mental harus dihilangkan. Mencari bantuan psikolog atau psikiater adalah tindakan yang bijak, bukan tanda kelemahan,” pesannya.
Program “Sehat Mental, Prestasi Optimal” diharapkan dapat menjadi solusi efektif mengatasi masalah kesehatan mental remaja. Dengan dukungan sekolah, orang tua, dan pemerintah, remaja Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik dan mental.
SOAL LATIHAN ANALISIS TEKS
A. Identifikasi Unsur ADIKSIMBA (5W + 1H)
- Apa yang terjadi dalam peristiwa tersebut?
- Di mana program konseling kesehatan mental dilaksanakan?
- Kapan program “Sehat Mental, Prestasi Optimal” diluncurkan?
- Siapa saja yang terlibat dalam program ini? (sebutkan minimal 6 pihak)
- Mengapa tingkat stres pada remaja meningkat?
- Bagaimana sekolah mengatasi masalah kesehatan mental siswa?
B. Soal Pemahaman Isi Teks
- Berapa persen siswa SMA di Surabaya yang mengalami gangguan kesehatan mental?
- Apa nama program yang diluncurkan SMAN 5 Surabaya?
- Kapan layanan konseling tersedia bagi siswa?
- Berapa jumlah siswa yang disurvei sebelum program diluncurkan?
- Berapa persen siswa yang mengaku sering merasa cemas?
- Berapa persen siswa yang mengalami kesulitan tidur?
- Berapa persen siswa yang merasa tertekan karena tuntutan nilai?
- Berapa siswa yang mengikuti konseling individual minggu pertama?
- Berapa siswa yang mengikuti konseling kelompok?
- Kapan sesi meditasi ringan dilakukan?
- Berapa lama durasi sesi meditasi?
- Kapan seminar parenting diadakan?
- Apa saja masalah utama yang dikeluhkan siswa saat konseling?
- Apa harapan dari program ini?
C. Soal Kebahasaan
- Sebutkan 5 verba pewarta yang ada dalam teks beserta kalimatnya!
- Sebutkan 3 konjungsi kronologis yang ada dalam teks!
- Sebutkan 3 konjungsi kausalitas yang ada dalam teks beserta kalimatnya!
- Tuliskan 4 kalimat langsung dalam teks beserta siapa yang mengucapkannya!
- Sebutkan 6 keterangan waktu yang ada dalam teks!
- Sebutkan 4 keterangan tempat yang ada dalam teks!
- Tuliskan 3 contoh penggunaan bahasa baku dalam teks!
D. Soal Analisis dan Penalaran
- Mengapa survei dilakukan sebelum program diluncurkan?
- Apa manfaat program konseling bagi siswa? Jelaskan!
- Bagaimana peran orang tua dalam mendukung kesehatan mental anak?
- Menurut pendapatmu, apa yang dapat dilakukan remaja untuk menjaga kesehatan mentalnya?
- Jelaskan struktur teks berita di atas! (judul, kepala berita, tubuh berita)
E. Soal Pengembangan
- Buatlah judul alternatif lain untuk berita di atas! (minimal 2 judul)
- Identifikasi bagian mana yang termasuk kepala berita (lead) dalam teks!
- Jelaskan mengapa program kesehatan mental penting untuk remaja!



