
smpmuh4tanggul.sch.id – Siapa sangka, tim yang bahkan tak masuk daftar unggulan justru membawa pulang trofi juara umum. Itulah yang terjadi pada SMP Muhammadiyah 4 Tanggul di ajang ME Confest 2025 yang digelar di Sidoarjo akhir November lalu.
Ajang bergengsi Muhammadiyah Education Conference Sport, Arts, and Festival (ME Confest) 2025 sukses diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada 28–30 November 2025. Event kolaborasi Majelis Dikdasmen & PNF dan LSBO PWM Jawa Timur ini digelar di dua lokasi prestisius: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA).

Tidak tanggung-tanggung, kompetisi ini diikuti 4.655 siswa beserta pendamping dari berbagai sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Jawa Timur dan Bali. Bayangkan saja, ribuan pelajar berkumpul dengan semangat membara, siap unjuk gigi di berbagai cabang lomba.
Perjalanan Panjang Menuju Podium Juara
Di tengah keramaian itu, tim Hizbul Wathan (HW) SMP Muhammadiyah 4 Tanggul tampil sebagai kejutan besar – tim tanpa status unggulan yang menorehkan pencapaian luar biasa. Persiapan mereka dimulai sejak September-Oktober 2025, kurang lebih dua bulan sebelum hari H.
“Strategi khususnya sebenarnya tidak ada. Ya, intinya konsisten itu aja,” ungkap Kak Rizki, pelatih HW, dengan santai ketika ditanya resep suksesnya. Sederhana memang, tapi di balik kesederhanaan itu tersimpan kerja keras luar biasa.
Tim yang terdiri dari 10 siswa pilihan ini rutin berlatih hingga enam kali seminggu dengan durasi 2-3 jam per sesi. Bayangkan dedikasi mereka – hampir setiap hari berlatih keras, mengasah kemampuan di empat cabang sekaligus: Pioneering, Pentas Seni, Semaphore, dan LKBB (Lomba Keterampilan Baris-Berbaris).
Drama di Balik Layar
Tentu saja, perjalanan menuju juara tidak selalu mulus. Kendala pertama datang dari kelengkapan anggota – beberapa siswa sempat sakit di minggu-minggu akhir persiapan. “Daya tahan tubuh manusia kan beda-beda. Jadi ketika sudah ada yang sakit, tinggal di-doping saja,” kata Kak Rizki bijak.
Yang paling menegangkan? Cabang LKBB alias PBB ternyata menjadi momen paling mendebarkan. “Kurangnya persiapan, anak-anak masih bingung, plus melihat lawan-lawannya yang lebih di atas,” kenang Kak Rizki. Mental anak-anak sempat turun melihat kualitas kompetitor.
Belum lagi drama H-6 jam menjelang lomba – empat anak tiba-tiba drop dan demam. Solusinya? Istirahat total hingga waktunya bertanding. Di sinilah pentingnya manajemen kesehatan: istirahat cukup, vitamin, dan makanan bergizi menjadi senjata utama menjaga fokus dan semangat.
Dukungan Penuh dari Semua Pihak
Kesuksesan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sekolah memberikan backing penuh untuk persiapan tim. Yang unik, sebelum berangkat ke Sidoarjo, Kak Rizki bahkan mengambil HP anak-anak dan meminta mereka menghubungi orangtua untuk meminta doa restu.
“Saya berpesan, silakan kalian menghubungi orang tua kalian, meminta doa restu. Intinya kalian harus bisa meminta doa restu ke orang tua kalian,” tutur Kak Rizki tentang momen haru sebelum keberangkatan.
Momen Haru Pengumuman Juara
Dan tibalah momen yang paling ditunggu – pengumuman juara umum. “Yang paling utama tuh enggak menduga, Pak. Karena kita di sini underdog, tidak diunggulkan sama sekali dan baru pertama kali ikut,” kenang Kak Rizki dengan suara bergetar.
Ketika nama SMP Muhammadiyah 4 Tanggul bergema sebagai Juara Umum, reaksi anak-anak? “Bercampur aduk – bangga, sedih, senang, haru,” kata Kak Rizki menggambarkan emosi yang meluap-luap saat itu.
Total lima penghargaan berhasil dibawa pulang, termasuk Special Award 2 LKBB (setara Harapan 2 atau juara 4-5). Pencapaian luar biasa untuk tim yang baru pertama kali bertanding di level provinsi!
Kunci Kesuksesan: Sederhana tapi Bermakna
Ditanya apa rahasia kemenangan, jawaban Kak Rizki justru sangat sederhana: “Kuncinya sebenarnya enggak ada, Pak. Intinya cuma latihan, berdoa, fokus, dan tawakal sudah.”
Nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak-anak pun fundamental: tidak down sebelum tampil dan tampilkan maksimal selagi mampu. Filosofi sederhana yang ternyata ampuh membawa mereka ke puncak.
Tatapan ke Masa Depan
Prestasi gemilang ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Kabar baiknya, hasil ME Confest 2025 akan berlanjut ke tingkat nasional. Tim tengah menunggu kepastian untuk babak selanjutnya.
Untuk menjaga kesinambungan prestasi, regenerasi sudah disiapkan dari sekarang. Meski mayoritas peserta lomba dari kelas 9, ada dua siswa dari kelas 8 dan 7 yang siap mewarisi tongkat estafet. Mereka akan membimbing adik-adik kelasnya dan mulai pertemuan depan, sudah disiapkan tim khusus lomba.
Harapan Kak Rizki ke depan? “Sarana dan prasarana ditingkatkan lagi,” ujarnya to the point. Dengan fasilitas yang lebih baik, potensi prestasi tentu akan semakin terbuka lebar.
Pesan untuk Calon Anggota Hizbul Wathan
Buat siswa yang tertarik bergabung dengan ekstrakurikuler Hizbul Wathan, pesan Kak Rizki sangat jelas: “Saya berharap kalian bisa memaksimalkan potensi kalian dan juga bisa membanggakan nama orang tua, lembaga, dan juga pondok ini.”
Pihak sekolah dan wali murid tentu bangga bukan kepalang. Nama SMP Muhammadiyah 4 Tanggul kini harum di tingkat Jawa Timur. Siapa sangka, sekolah dari kecamatan kecil di Jember bisa mengalahkan sekolah-sekolah unggulan dari kota besar?
Kisah inspiratif ini membuktikan: bukan soal dari mana kamu berasal atau seberapa diunggulkan kamu, tapi soal konsistensi, kerja keras, doa, dan tawakal. Selamat untuk tim HW SMP Muhammadiyah 4 Tanggul – kalian adalah bukti nyata bahwa mimpi bisa jadi kenyataan!
Tim Jurnalistik SMP Muhammadiyah 4 Tanggul



